Sampul Artikel Website 13

Ternyata Begini Lho Cara Membaca Laporan Keuangan untuk UMKM

oleh Layssatun Niza – Junior Akuntan

Halo sobat KJA!!

Kalau dengar istilah laporan keuangan, banyak pelaku UMKM langsung bayangin deretan angka yang panjang dan membingungkan. Nggak sedikit juga yang menganggap laporan keuangan itu hanya dokumen administrasi yang dibuat untuk memenuhi kebutuhan tertentu, misalnya saja saat mengajukan pembiayaan atau menyusun laporan usaha.

Padahal faktanya, laporan keuangan sebenarnya bisa jadi salah satu alat yang akan sangat membantu dalam menjalankan bisnis. Melalui laporan keuangan, pemilik usaha dapat melihat kondisi usahanya dengan lebih jelas dan mengambil keputusan berdasarkan data, bukan sekadar perkiraan semata.

Nah, pertanyaannya, gimana sih cara membaca laporan keuangan agar informasi di dalamnya benar-benar bisa dimanfaatkan?

Sebelum Melihat Nominal di Dalamnya, Baiknya Memahami Dulu Tujuannya

Hal pertama yang perlu dipahami adalah tujuan dari laporan keuangan itu sendiri. Laporan keuangan tuh isinya bukan hanya nominal pemasukan dan pengeluaran, namun lebih dari itu. Laporan keuangan bisa bantu pemilik usaha dalam hal mengetahui kondisi bisnis yang sedang dijalankan, menilai kinerja usaha, mengontrol pengeluaran, mengidentifikasi potensi masalah keuangan, hingga menjadi dasar dalam mengambil keputusan bisnis.

Karena itu, saat membaca laporan keuangan, jangan hanya fokus pada besar atau kecilnya nominal yang tertera pada laporan keuangan. Namun juga memahami hal-hal yang dipaparkan dalam laporan keuangan tersebut.

Dimulai dari Laporan Laba Rugi

Jika baru memulai membaca laporan keuangan, laporan laba rugi biasanya menjadi bagian yang paling mudah dipahami. Namun ada hal yang sering dilakukan pemilik usaha, yaitu dengan langsung melihat laba bersih tanpa terlalu memperhatikan proses yang menghasilkan laba tersebut.

Padahal terdapat beberapa hal yang baiknya diperhatikan lebih dulu lho. Misalnya, apakah penjualan mengalami peningkatan atau justru mengalami penurunan dibanding periode sebelumnya. Kemudian, apakah peningkatan penjualan tersebut diikuti dengan peningkatan biaya operasional yang terlalu besar. Selain itu, melihat apakah laba yang diperoleh masih sejalan dengan bertumbuhnya penjualan juga merupakan hal yang penting.

Contohnya saja, apabila penjualan usaha meningkat 20%, tetapi laba yang diperoleh justru menurun. Kondisi seperti ini bisa saja jadi pertanda bahwa terdapat biaya operasional yang meningkat dan perlu dievaluasi lebih lanjut. Sehingga, laporan laba rugi tuh nggak hanya menunjukkan hasil akhir berupa keuntungan atau kerugian saja, tapi juga bisa membantu kita untuk memahami gimana sih usaha menghasilkan keuntungan tersebut.

Setelah Itu, Laporan Posisi Keuangan Bisa Di-review

Setelah mengetahui dan juga memahami performa usaha melalui laporan laba rugi, Langkah berikutnya adalah dengan melihat laporan posisi keuangan. Beberapa infomasi yang dapat diperhatikan adalah seperti jumlah kas yang tersedia, besarnya piutang usaha, nilai prsediaan yang dimiliki, jumlah utang yang harus dibayar, serta modal yang dimiliki pelaku usaha.

Melalui informasi tersebut, pemilik usaha bisa menilai sebenarnya kondisi keuangan usahanya cukup mumpuni  untuk mendukung operasional atau bahkan rencana pembangunan usaha ke depannya.

Jangan Lupakan Laporan Arus Kas Yaa

Ternyata ada satu kondisi yang cukup sering terjadi dalam dunia usaha lhoo. Di mana secara laba rugi, usaha nampak menghasilkan keuntungan. Namun saat pemilik usaha ingin membeli stok atau membayar kebutuhan operasional, kas yang tersedia ternyata sangat terbatas.

Nah, kondisi seperti ini dapat diketahui melalui laporan arus kas.  Laporan arus kas sendri membantu menunjukkan dari mana sih kas diperoleh, ke mana kas digunakan, serta apakah usaha memiliki kemampuan yang cukup untuk memenuhi kebutuhan operasionalnya. Dengan kata lain, laporan arus kas membantu memastikan bahwa keuntungan yang tercatat benar-benar didukung oleh kondisi kas yang sehat pula.

Ada Baiknya Tidak Membaca Laporan Keuangan Secara Terpisah

Salah satu hal yang cukup sering terjadi adalah membaca setiap laporan keuangan secara terpisah. Padahal meskipun punya fungsi yang berbeda namun laporan-laporan ini saling melengkapi.

Laporan laba rugi sendiri merupakan laporan yang menunjukkan performa usaha selama periode tertentu. Kemudian laporan posisi keuangan menunjukkan kondisi keuangan usaha pada suatu tanggal tertentu. Lalu Laporan arus kas menunjukkan pergerakan uang yang terjadi selama periode berjalan. Sedangkan, Catatan atas Laporan Keuangan (CaLK) memberikan informasi tambahan yang membantu menjelaskan isi dari laporan-laporan tersebut.

Sehingga, guna mendapat gambaran yang lebih utuh lagi mengenai kondisi usaha, seluruh laporan perlu direview secara bersamaan.

Setelah Membaca Laporan-Laporan Tersebut, Apa yang Selanjutnya Dilakukan?

Membaca laporan keuangan sebenarnya bukan tujuan akhir. Tujuan utamanya adalah menggunakan informasi tersebut untuk mengambil keputusan yang lebih baik bagi usaha. Misalnya, ketika laporan menunjukkan adanya biaya yang terlalu besar, pemilik usaha dapat mulai melakukan efisiensi. Ketika persediaan terlalu banyak menumpuk, strategi pengelolaan stok bisa diperbaiki. Ataupun apabila piutang semakin besar, pengendalian penagihan dapat ditingkatkan.

Informasi dalam laporan keuangan juga dapat digunakan untuk menyusun rencana pengembangan usaha, menentukan target bisnis, hingga mengantisipasi berbagai risiko yang mungkin muncul di masa mendatang.

Laporan keuangan akan sangat bermanfaat jika kita mencoba untuk membaca dan memahaminya. Dari sanalah, pemilik usaha bisa mengetahui kondisi usahanya, mengetahui ha-hal yang perlu diperbaiki, dan juga mengambil keputusan dengan lebih tepat.

Jadi, setelah laporan keuangan selesai disusun, alangkah baiknya jika kita meluangkan waktu untuk membacanya, karena informasi di dalamnya bisa menjad dasar untuk mengembangkan usaha ke depannya.

Tags: No tags

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *