Lebaran Tetap Berkah dengan Pengelolaan Keuangan yang Terarah

oleh Layssatun Niza – Junior Akuntan

Halo sobat KJA!!

Nggak kerasa beberapa hari lalu udah hari raya aja nih. Hari Raya Idulfitri tuh jadi salah satu momen yang paling dinanti-nanti oleh semua umat muslim di seluruh di dunia. Selain jadi waktu buat mempererat silaturahmi, lebaran juga identik dengan berbagai aktivitas yang membuat pengeluaran jadi terasa tiba-tiba meningkat kan. Hal-hal mulai dari nyiapin hidangan khas lebaran, beli kebutuhan hari raya, ngasih angpau lebaran buat ponakan dan kerabat, juga perjalanan mudik sering banget membuat dana yang dikeluarkan jadi kerasa lebih besar dibanding hari-hari biasanya.

Nahh, kalau nggak disertai dengan perencanaan keuangan yang baik, setelah lebaran usai kondisi keuangan justru akan jadi kurang stabil. Padahal dengan pengelolaan keuangan yang tepat, momen lebaran juga dapat dirayain dengan penuh makna tanpa nimbulin tekanan finansial di kemudian hari lhoo…

Langkah awal yang bisa kita lakuin adalah dengan nyusun perencanaan anggaran sederhana. Fungsinya sendiri untuk memperkirakan dana yang dibutuhin dan ngendaliin penggunaan dana kita nantinya. Kita jadi bisa mengidentifikasiin nih kebutuhan-kebutuhan apa aja yang umumnya muncul menjelang lebaran, misalnya aja kebutuhan konsumsi, pakaian, biaya transport, ataupun yang berkaitan dengan tradisi berbagi ke ponakan atau kerabat kita. Dengan begitu, penggunaan dana diharapkan jadi lebih terarah.

Selain itu, mostly udah menerima THR dong hehe… Nggak jarang THR jadi sumber pembiayaan buat memenuhi berbagai kebutuhan lebaran. Meskipun begitu, baiknya penggunaan THR tidak seluruhnya dialokasiin buat kegiatan konsumtif yaa. Sebagian dana bisa banget disisihin untuk tabungan yang sifatnya lebih ke jangka panjang.

Salah satu tantangan terbesar pas lebaran tuh kecenderungan konsumtif secara berlebehihan. Hal ini dipengaruhi oleh berbagai hal, bisa karena faktor kebiasaan, lingkungan sosial, ataupun dorongan untuk merayakan hari besar secara meriah. Namun demikian, baiknya pengeluaran tetap disesuaikan dengan kemampuan finansial masing-masing ya… Prioritas utama nantinya tetap pada kebutuhan yang bener-bener krusial banget, sedang pengeluaran tambahan bisa disesuain lagi dengan kondisi keuangan yang tersedia.

At the end, esensi lebaran nggak hanya terletak di ”seberapa besar sih pengeluaran kita?” Atau ”seberapa wow sih yang bisa kita tampilin?” Tapi justru pada momen dan nilai kebersamaan dengan keluarga dan sanak saudara. Dengan pengelolaan keuangan yang lebih bijak antara kebutuhan, tradisi, juga kondisi finansial akan jauh lebih balance nantinya. Semoga lebaran tahun ini nggak hanya ngasih momen kebahagiaan sesaat yaa, tetapi juga tetap memberikan keberkahan tanpa mengganggu stabilitas keuangan setelahnya.

Mungkin sekian dulu sharing ringan tentang topik lebaran kali ini. Semoga amal ibadah kita selama bulan Ramadan dapat diterima oleh Allah SWT. Akhir kata, KJA Amirulloh Dwi Febriyanto dan Tim mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriyah. Mohon maaf lahir dan batin…

Comments are closed.